Rumah Ini Terasa Tidak Nyaman Bagiku

bagaimana aku harus bertahan di tengah tidak nyamannya rumah, kerasnya kehidupan, pura-pura kuat senang bahagia padahal hatinya hancur orang yang lemah tidak kuat. hanya bisa berdiam diri melamun memikirkan nasib tak tau nanti harus ke mana. aku tidak pernah merasa hiudpku yang paling berat di antara yang lain tapi jika melihat teman-temanku bisa memiliki kedua orang tua yang pengertian peduli, bagaimana dengan cinta pertama anak perempuan yang telah hancur sejak 12 tahun yang lalu waktu usiaku 8 tahun. sekarang aku hanya hidup di tengah trauma, depresi, ketakutan akan hal apapun bahkan sampai aku merasa bahwa aku layak untuk mendapatkan ini semua, aku layak disakiti, aku layak bahagia. Aku yang sering bersedih harus kelihatan baik-baik saja di depan teman-temanku terkadang rasanya ingin mengungkapkan menceritakan tapi apalah dayaku lebih baik ku simpan rapat-rapat. Bagaimana aku tidak tertekan bagaimana aku tidak bersedih hidup ditengah keluarga yang hampir hancur tapi bertahan untuk anak-anaknya hingga saat ini. Rasa sakit yang sudah menjalar pahitnya kehidupan sudah ku alami dan ku jalani kurang lebih 12 tahun. Orang tua ku selalu bercerita keluhan masing-masing bagaimana denganku, aku harus tetap menjaga adikku agar tidak merasakan seperti yang aku rasakan. bahkan saat ini sering keluar dari mulut mereka kalau semisal ewaktu bisa diulang aku gamau punya mamamu apa papamu ujar kedua orang tuaku. harus bagaimana kah aku? salahkah aku dan adikku lahir di dunia ini? haruskah aku bertahan sampai kapan?

1 thought on “Rumah Ini Terasa Tidak Nyaman Bagiku”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *