Aku Membenci Diriku Sendiri

aku dikenal sebagai orang yang tenang, ga mudah panik, dan menenangkan. suasana crowded or stress sanggup aku tangani walaupun sambil nangis. tipe orang yang jarang cerita masalah pribadi. jarang bukan berarti gapernah ya, sesekali masih ke temen cerita ini itu. tapi tetap saja gak melegakan.

2022 awal lalu aku putus dari hubungan 3 th. aku merasa diriku ga berharga dan down banget. di pertengahan aku bertemu seseorang yang bikin aku kuat, dan bangkit lagi, dan membantu ku menjalani hari-hari. aku merasa, sepertinya ini orang yang memang aku butuhkan, sehingga aku ingin terus ada disampingnya, tapi akhir 2022 ternyata dia mengakhiri bahkan sebelum dimulai. berat sekali, lebih berat untuk melepasnya daripada hubungan 3 th sebelumnya.
2023 aku mulai menyibukkan diri, bergabung banyak komunitas, karir & studi, aku merasa aku lebih baik. planku tercapai 1 per 1, meskipun ada yang gak sesuai timeline, tapi berhasil. di pertengahan itu, aku bertemu lagi dengan seseorang, yang jauh jauh lebih baik dari sebelumnya, tapi aku merasa gak cocok dan selalu mencari kesalahannya. meskipun berkali kali aku menolak dia justru menunjukkan effortnya, sampai minggu lalu ia datang kerumahku dan bertemu mamaku. tapi bahkan itu gak membuatku luluh, justru semakin membencinya. aku gatau kenapa bisa sebenci itu bahkan dia tidak pernah sekalipun melakukan kesalahan fatal, dan dari sebelum2nya justru akulah yang membuat masalah2 itu. semakin dia effort semakin aku risih dan ingin pergi. soal keseriusannya ga perlu diragukan, tapi perasaanku yang membuatku sangat ragu. aku merasa, pacaran sangat sangat ribet. aku gasuka ngabarin, aku gasuka pap, aku gasuka chat berparagraf2, bahkan aku gasuka mengungkapkan perasaanku. padahal sebelumnya aku melakukan semua itu. dan sekarang 2024, aku merasa aku kembali membenci diriku lagi seperti di 2022 lalu, dan itu melelahkan sekali. aku bimbang sekali sekarang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *