Perlukah Saya Meminta Maaf?

Saya punya masalah dengan seseorang. Akar permasalahannya adalah orang tersebut menendang seorang karyawan dari belakang dan saya sendiri melihatnya dengan sangat amat jelas.

Kemudian kejadian tersebut menyebar dari mulut ke mulut. Dan tibalah saat ketika si penendang dan korbannya di tanyain oleh atasan.

Nah, si korban ini tidak berani menjawab padahal ia sendiri merasa ditendang. Ntah karena diancam oleh si penendang atau bagaimana. Akhirnya si korban pun menyatakan tidak pernah ditendang.

Dan atasan pun mempertanyakan kredibilitas saya atas kejadian tersebut hingga selalu menyudutkan saya dan akhirnya saya pun keluar kerja dari sana. Sakit hati saya pun hingga saat ini tidak pernah lagi menyapa si penendang dan korbannya.

Saya sudah tidak ingin ada kejadian-kejadian serupa jika berurusan dengan mereka.

Pertanyaannya, apakah saya harus meminta maaf kepada mereka berdua? Saya sendiri sudah memaafkan mereka dan berusaha berprasangka baik.

1 thought on “Perlukah Saya Meminta Maaf?”

  1. Maaf itu “mahal”. Kalau terlalu mudah atau terlalu sering berkata maaf, maka maafmu tak ada artinya lagi. Tapi kalau kamu merasa bersalah dan rasa bersalah itu mengganggu hidup kamu, maka minta maaflah kepada mereka, jadi kamu bisa lebih lega.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *