tidak ada sedikitpun kepercayaan diri di dalam diriku

• Aku lelah menjadi pemalu. Setelah mengumpulkan uang sekian lama, saat hendak membeli sesuat takut untuk keluar dan bersosialisasi.
• Selalu dipandang remeh di lingkaran keluarga (terlebih saat mereka melihat keadaan terburukku)
• Saat aku berusaha untuk sebuah proyek, anggota lain acuh. Sedangkan saat aku hanya bergerak menunggu arahan (perintah), mereka seakan melupakan aku berada di dalam tim.
• Aku suka membaca buku. Tapi, kenapa untuk membeli buku saja Ayah selalu menolak? Mereka berpikir HP lebih baik. Hah, setidaknya dengan buku fisik, mataku lebih terjaga! Aku takkan melihat atau bahkan tersesat ke dalam konten yang tidak sesuai umur seperti kekerasan!
• Dulu saat aku belajar sesuatu, mereka meremehkan bahkan mengejek. Ketika aku berhenti, justru mereka malah menyuruhku untuk belajar. Setelah melihat anak kawan mereka sukses dengan gaji yang besar di negara itu.
• Siapa yang salah? Nenek dan kakekku yang membesarkan ortuku dengan benar dan baik, ortuku yang memang tidak baik, atau mungkin hanya aku saja yang kurang normal (baik)?
• Setelah kebahagiaan datang, kesedihan akan menunggu. Aku tahu roda kehidupan berputar. Hei, tapi aku merasa roda hidupku bermutar terlalu cepat!
• Meski aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk teman sekelasku (bahkan berpikir menjadi babu mereka), untuk sekedar menyapaku saja tidak bisa?
• Jumlah siswi di kelasku ganjil. Jika ada tugas berpasangan, full senyum.
• Aku ingin menanyakan kondisiku pada guru BK. Tapi saat SMP dulu… setelah bertanya, hampir guru mapel yang masuk ke kelas selalu membahas hal yang berhungan dengan curhatanku itu. Mencurigakan ,bukan?

Fiuh, lumayan lega:)
Sekian, terimakasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *