Terjebak dalam Kemiskinan dan Kesepian

Aku ngerasa hidupku semakin buruk. Aku dulu pernah ada di titik paling mengenaskan, di mana aku kuliah pakai uang sendiri dan kerja sampai pulang malam jam 11 malam tiap hari. Aku nggak merasakan kebahagiaan dunia perkuliahan dengan harapan aku akan sukses kedepan.

Itu adalah bullshit. Aku bersyukur aku bekerja, aku punya pekerjaan sekalipun karyawan kontrak. Tapi, aku terhimpit ekonomi dengan gaji umr yang mana aku harus menghidupi keluargaku di rumah.

Aku percaya waktu aku kuliah, aku dulu bisa bahagia. Aku bisa mendapatkan kehidupan yang layak. Tapi, apakah sekarang hidupku sudah layak? Apakah aku masuk ke dalam ruang kemiskinan struktural?

Aku kadang berpikir, its okay untuk hidup miskin selamanya, toh akhirnya juga aku akan mati. Tapi, aku juga bukan orang yang dekat sama Tuhan. Aku juga jauh dari agamaku.

Rasanya aku ada sendirian, nggak ada siapa pun yang bisa bantu aku. Aku punya teman, mereka bahkan selalu ada dan mendengarkan ceritaku. Tapi, mereka sudah terlalu overload dengan curhatanku tiap hari.

Pada akhirnya, aku hanya butuh untuk diketahui. Aku ini ada, sedang berjuang, entah dibaca atau tidak di luar sana, aku tidak peduli. Aku hanya butuh untuk menumpahkan segala keluh kesahku. Berharap kehidupanku lebih baik.

Semoga, jika kita tidak bahagia di dunia, aku berharap agamaku kian baik, setidaknya aku bisa bahagia di akhirat. aamiiin.

3 thoughts on “Terjebak dalam Kemiskinan dan Kesepian”

  1. selalu ingat kak >.< meski tuhan tidak terlihat, ia selalu mendengar kita. meski tidak bisa menjawab, tapi ia tidak akan mencelamu, meski berulang kali kita mengeluh. hatimu akan tenang ketika kau selalu mengingatnya. aku juga orang yang sama denganmu kak, berjuang di hidup yang tak tentu arahnya hingga hati begitu rapuh dan sulit mempercayai orang lain. tapi satu hal yang aku tau, tuhan tidak sama dengan makhluknya, dan aku yakin tidak akan mengecewakan. karena aku tahu aku punya tujuan akhir yang pasti, aku juga sedang berjuang sekarang kak. jika aku lemah dan jatuh tanpa ada tangan yang bisa menolongku, setidaknya hatiku terselamatkan dan tak ikut hancur. begitulah janji tuhan, hati kita bersama dengan tuhan. semoga kita bisa bahagia di akhirat nanti. Aamiin 🙂

  2. Hai kak, apa kabar hari ini? Semoga baik dan sehat ya. Dari cerita kakak, hal yang dapat kusimpulkan adalah, kakak keren banget! Kakak bisa kuliah pake uang sendiri, kakak rela korbanin tenaga dan waktu demi bisa bantu perekonomian keluarga, itu keren! Mungkin kakak merasa jauh dari agama, tetapi sebenarnya, hal hal baik yang udah kakak lakuin itu juga nambah pahala kok. Aku yakin, pasti kakak bakal bisa tuai hasilnya dari kebaikan yang ditanam. Aku yakin pasti kakak bisa kok ngelewatin semua ini.

    Maaf kak mau tanya sebelumnya, maaf banget kalau lancang dan ikut campur, apa kakak bekerja sendirian menghidupi keluarga? Akan bagus kalau ada yang bisa bantu kakak juga, misal adiknya (kalau sudah cukup umur untuk bekerja), atau mungkin ada kerabat lain seperti paman atau bibi yang bisa membantu?

    Menurutku pribadi, soal perekonomian keluarga, akan bagus jika seluruh anggota keluarga mau bekerja sama. Yang dewasa bisa bekerja, yang muda bisa membantu dengan menghemat pengeluaran.
    Selain itu, coba kakak buka usaha lain, supaya ada penghasilan tambahan. Bisa dengan jualan, atau mengajar, atau bantu bantu usahanya teman.

    Lalu saranku, supaya rejeki bisa lancar, coba untuk–gimana bilangnya ya–bersihkan jalan rejeki, misalnya, dengan menata hati dan pikiran serta nenangin diri supaya terasa lapang. Agar kakak bisa dapat jalan keluarnya.
    Waktu itu temenku pernah bilang, hal pertama yang paling dibutuhkan semua manusia itu bukan kebahagiaan, tapi ketenangan batin. Kebahagiaan itu nomor duanya. Karena kalau dipikir, kalau kita betul betul tenang batinnya, pasti kita bisa gampang untuk bahagia. Sedangkan bahagia, belum tentu tenang. Bahagianya jadi bahagia semu.
    (Semoga paham sama kata kataku ya, maaf kadang aku kalau ngomong suka belibet)
    Ini pengalaman pribadiku dulu. Waktu itu aku sempat depresi (salah satunya karena faktor ekonomi). Down banget sampe mau mati aja rasanya. Curhat ke temen pun rasanya ga ngaruh (padahal mereka sebenernya sayang sama aku). Hingga akhirnya aku coba untuk healing, selfcare, dan nenangin pikiranku. Terus pas udah tenang, aku cari tau kenapa dulu aku depresi. Ternyata oh ternyata, yang bikin aku depresi itu pikiran negatifku sendiri sama kebiasaan burukku. Terus, sekarang ini aku lagi belajar untuk memperbaiki kesalahanku dulu, dan mencoba untuk menjadi orang yang lebih baik lagi. Selain itu, hasil dari aku menata pikiran dan hati, aku jadi bisa nemuin kebahagiaan kecil yang pernah hilang. Aku bahagia pas aku lagi ngelakuin hobi, aku bahagia pas aku dapet uang dari hasil kerja kerasku, aku bahagia pas aku bisa bantu orang, aku bahagia pas liat meme di ig. Nahh itu yang kumaksud dengan nenangin diri serta menata hati dan pikiran demi nemuin jalan keluar. (Kasusnya kita mungkin beda ya, tapi caranya bisa dicoba^^)

    Kakak ga akan miskin selamanya kok. Percayalah hari baik akan datang. Semangat terus kak! Coba cari motivasi supaya kakak bisa terus semangat buat jalanin hidup ini. Semoga rejeki kakak segera dilancarkan, semoga kakak bisa nemuin ketenangan batin dan kebahagiaan 😀
    Aku juga mau minta maaf sebesar-besarnya kalau ada kata-kata yang kurang berkenan, bahasa yang belibet, dan bahasa yang susah dipahami. Maaf juga kak kalau ada kata-kata yang menyinggung 🙏

    Semangat terus untuk jalani hidup ini!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *