Aku Introvert dan Selalu Memikirkan Hal-hal Dewasa

Aku masih 19 tahun tapi jujur aku capek.
Aku orangnya introvert, orang-orang sering mengira Aku anak polos. Padahal sebenarnya aku nggak polos. Aku sering membaca wattpad sama Webtoon juga ya nggak cuma di web2 seperti itu sih di banyak web juga. Aku juga suka nonton drakor, rasanya semuanya itu jadi kecanduan baik baca maupun nonton, jadi kecanduan. Padahal ada candu negatif yang keselip rasanya di hobi itu. Salah satunya kalau misal ada adegan-adegan yang *skinship. Aku nggak tahu sih caranya gimana biar bisa lepas dari semua itu. Harusnya hidup lebih kejam daripada sekedar itu. Hidup pasti lebih luas daripada dunia maya itu. Aku sebagai anak muda gen Z berharap banget biar cepet dapet kesibukan yang bikin aku nggak mikirin lagi hal-hal ngrusak otak kayak gitu. Nggak suka kadang-kadang kepikiran sama adegan-adegan yang sebenarnya nggak boleh, bener-bener jadi kecanduan. Aku berharap aku nggak bakal sampai ngelakuin hal-hal berdosa itu. Mungkin di sini ada juga yang kayak aku, introvert tapi sebenarnya nggak se polos itu. Kayak terlalu berdosa gitu sebenarnya punya kebiasaan yang sangat-sangat sangat di luar batas. Bahkan temanku yang ngomong kalau aku polos aja mungkin mereka bisa jadi lebih polos daripada aku. Mungkin di sini ada juga yang ngerasain hal yang sama kayak aku. Kecanduan sama hal-hal yang sebenarnya nggak terasa kalau kita sedang mempelajari itu. Ilmunya keselip diantara hal-hal yang sebenarnya tidak terlihat bahwa itu negatif. Kadang-kadang Aku juga main tele, kadang-kadang mikir juga itu tele ada banyak orang-orang yang *ange di situ kan, kadang-kadang di sana juga aku nemu anak kecil lho padahal. Mana ada stikernya lagi, bahaya banget. Barangkali di sini ada yang mau kasih saran gimana cara mengatasinya atau rutinitas apa yang harus dilakukan bisa terlepas dari segala macam kecanduan yg ngerusak otak itu. Anggaplah ini pornografi tipis-tipis yang tersebar di media-media dunia maya zaman sekarang. Ya mungkin 19 tahun bukan lagi anak kecil. Tapi 19 tahun bukan yang tepat buat mikirin hal kek itu. Soalnya bikin nggak fokus woii.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *