Suami yang Kecanduan Video Pornografi Anak Dibawah Umur

hi.
Aku wanita berusia 32 tahun. Sekarang saya tidak bekerja. Saya sekarang menikah. Usia pernikahan kami berjalan 1 tahun lbh beberapa bulan. Aku ingin bercerita. Bahwa suami saya kecanduan pornografi. Menonton dan mendownloadnya. saya menyadari ini setelah menikah dengan dia. Setelah saya analisis dia kecanduan sejak dia belum menikah. Selama dia libur bekerja dia akan bermain di depan komputernya. Bangun tidur hingga terlambat datang di kasur untuk tidur malam. Kebetulan komputer ada di kamar kami jadi saya tahu dia melakukan apa saja. Dia bahkan tidak malu dan tidak memperdulikan perasaan saya. Meskipun aku disampingnya dia dengan santai membuka porno. Bahkan dia memiliki sekitar 5 hardisk yang isinya porno. Game porno pun dia mainkan. Aku menyebutnya dia tidak normal. Karena lelah memberikan nasehat padanya akhirnya aku diam.

Pada suatu hari aku mengetahui bahwa dia juga mendownload konten porno anak. Tapi dia selalu beralasan. Dan itu membuatku takut. Aku ingin punya anak tapi aku takut. Aku pendam semua masalah ini. Secara nafkan dia pria yang bertanggung jawab. Hanya aku di uji suami yang kecanduan pornografi. Dari dewasa, lady boy, wanita tua dll. Hingga suatu pagi. Polisi datang kerumahku. Suamiku yang sedang bekerja kemudian pulang. Polisi langsung mencari komputer sıamiku. Ternyata suamiku terkena kasus pornografi anak. Polisi menyita ponsel dan 2 hardisk suamiku. Tapi mereka tidak membawa komputernya. Email suamiku di hack. Dan menyebarkan konten anak2. Tapi aku tahu suamiku mendownload dan menyimpannya.

Singkat cerita suamiku berhenti menonton pornografi. Tapi ini bertahan 1 bulan. Setelah itu suamiku kumat lagi. Dia kembali seperti semula. Aku marah… Tapi dia tidak peduli. Aku cerita ke ibu mertuaku. ibu mertuaku jg marah. Tapi apa daya. Dia tidak peduli. Padahal kasus masih berjalan. Dia hingga sekarang masih sama. Aku minta cerai. Dia tidak mau. Hingga detik ini keluargaku tidak tahu keadaan rumah tanggaku. Sekarang aku seperti mati rasa. Tetap melayani dia sebagai suami. Berdoa supaya aku tidak hamil meskipun aku sangat ingin hamil. Berbagai cara sudah saya tempuh. Termasuk menawari dia pergi ke psikiater. Semuanya sia sia. Perubahan yang dia lakukan hanya…. Tidak membuka porno di depanku. Tapi ketika aku tidak bersamanya dia akan beraksi dan mendownloadnya. Dan lagi2 ada konten anak. Tapi untuk game dia bermain sepanjang hari ketika dia tidak bekerja. Padahal kasus masih berjalan. Mungkin dia bisa di penjara dan kehilangan pekerjaan. Meskipun pengacara berusaha menolong. Tapi aku tahu apa yang dia ucapkan ke pengacara adalah bohong. Ahhh. Aku tidak tahu. Aku hanya berdoa dan pasrah sekarang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *