Lebih Baik Mempertahankan atau Menyudahi Hubungan Ini

Halo teman teman, ini cerita sangat panjang, tapi coba kita mulai.

panggil saya bang KK, jadi di taun 2019
di umur 20 saya bertemu seorang cewe berumur 19 bernama xxx melalui online platform anonymous chat dan singkat cerita kami matching, lalu setelah beberapa lama interaksi kami memutuskan untuk bertemu.

interaksi pun berlanjut dan saya merasa sangat tertarik kepada xxx, sampai beberapa kali saya memberi kode menanyakan apakah dia sudah ada pasangan atau belum dsbnya, dan jawabannya selalu bernada : “ah ga mungkin punya deh sibuk kuliah” “gasempet deh mikirin kaya gitu gitu” dan balasan2 lain yang mirip, lalu saya berfikir, mungkin memang dia sesibuk itu ingin fokus kuliah, ditambah chatnya online namun balasannya sangat slow respon.

Hingga di satu titik saya memutuskan untuk lost kontak di taun 2019 akhir rasanya, dengan cewe ini karena saya berpikir dia tidak memiliki ketertarikan sama sekali dan terjadi lah lost kontak dan kebetulan saat itu saya kembali tinggal di bandung dulu dari jakarta.

Beberapa bulan kemudian setelah lost kontak yang cukup lama, mungkin sekitar 2020 tengah karna saya masih penasaran, saya coba hubungi kembali dan ternyata nomor saya tidak di blokir, dan saat itu dia sedang sibuk skripsian.

singkat cerita kami lumayan intense kembali berkomunikasi, dan di sela waktu ada dia tiba2 kehilangan mood total dan saya kebingungan kenapa. Lalu berlanjut hingga saya rela membantu nya menyelaikan skripsinya mati2an (dalam hal ini membetulkan perangkat laptopnya, karna kebetulan saya anak IT).

Di satu waktu saya harus melakukan restorasi data yang hilang di harddisknya, dan ketika restore (jujur saya penasaran terhadap file2nya dia) dan setelah saya cek, belum lama ada screenshot yang lumayan mesra dengan seseorang yang dia panggil “sayang”, dan penemuan ini seakan membuka logika saya “oh ini penyeban dari kejanggalan kejanggalan yang saya alami” dan saya sangat2 kecewa berat karna merasa telah di bodohi.

Singkat cerita kami pun berdebat, dan saya katakan bahwa saya menyukainya, dan ternyata dia menyukai saya balik, hingga dia menulis surat permintaan maaf sedalam dalamnya dan akhirnya saya pun luluh.

singkat cerita kami menjadi semakin dekat dan menjalin asmara selama beberapa tahun dengan masalah dan kesenangan yang tidak terhitung di dalamnya, dan diantara waktu itu beberapa kali saya menemukan kebohongan kebohongan kecil yang ditutupi nya, seperti satu circle dengan mantannya yang dia normalisasi, lalu mencoba mengenalkan saya (dari game) kepada temannya yang sebenarnya itu adalah mantannya (saya mengetahui dari twitter alternya bahwa itu adalah mantannya), memiliki orang yang dia sukai di organisasi karang taruna dekat rumahnya yang dia tutupi dan lain lain. sedangkan saya memiliki teman dekat cewe sama sekali tidak diperbolehkan olehnya.

singkat cerita semuanya berjalan sebagaimana sebuah hubungan, dan saya sangat memprioritaskan dirinya hingga di titik rezeki sebesar apapun yg saya punya saya ingin menikmati bersama dia.

Ternyata di dalam hati kecil saya masih merasa belum ikhlas dengan apa yang dia perbuat di awal dan diantara hubungannya, hingga kali ini saya yang bertingkah. Saya kembali chatting anonymous dan berbincang lebih di telegram sambil hati saya setengah ragu dan puas (yang saya tau ini salah besar), dan saya juga berbuat dosa lebih yakni membeli konten porno dari akun di Twitter, hingga saya dipergoki olehnya.

Singkat cerita dia kecewa sangat besar sekali dan saya paham sekali mengapa bisa terjadi, hingga dia memutuskan untuk menyudahi hubungan kami di tahun 2022 akhir.

Saya terus mengejarnya dan mencoba meminta maaf setengah mati untuk meluluhkannya kembali selama beberapa bulan, hingga akhirnya hatinya sedikit terbuka dan akhirnya kami bersama kembali setelah beberapa bulan lamanya.

singkat cerita kami mencoba recovery satu sama lain, dengan saya yang sangat berhari hati untuk tidak melukai hatinya, dengan penyesalan saya sebelumnya.

beberapa bulan kami jalani bersama, namun kali ini dia bertingkah petama kali, saya melihat isi handphone nya (yang mana tidak boleh saya lakukan seharusnya) dan saya menemukan curhatannya dengan sahabat baiknya bernama mba zzz, yang mana dia sangat2 baper dengan org ganteng di kantornya ataupun suka sekali lihat yang ganteng2 di kantornya, dan lainnya saya juga melihat dia kebaperan dengan temannya di karang taruna, dan bahkan mereka bercanda perihal pernikahan.
lalu saya murka sekali, tapi saya ingat, mungkin ini balasan saya (?)

singkat cerita kami jalani kembali lalu dia bertingkah lagi, kali ini dia chat anonymous dengan org di sekitar area yang saya ketahui ketika ada notif aplikasi muncul, lalu saya paksa dia untuk memberi tahu siapa itu, namun dia protective setengah mati tidak ingin meperlihatkannya, padahal biasanya dia memberikannya begitu saja.

Singkat cerita akhirnya dia memperlihatkannya, alangka terkejutnya saya ketika melihat profile picture tanpa kerudung, dan salah satu isi chatnya mengajak staycation dan dia tidak deny atau menghiraukannya tapi mengikuti chat ajakan staycation.

singkat cerita saya marah setengah mati, hati saya sakit saya benar benar marah, tapi saya berfikir apakah ini balasan saya dari waktu itu? lalu saya bertanya lagi, apakah ini sepadan? atau saya hanya di bodohi saja?
lalu saya memutuskan rehat sejenak dengannya, dan di satu waktu kami membahas ini dia menangis hebat dan saya merasa sakit hati ketika melihatnya bersedih seperti itu.

Singkat cerita dalam waktu singkat saya mencoba mengikhlaskan kejadian ini sebagai karma saya di waktu itu, dan saya katakan kepada dia “kita mulai lagi dari awal ya”

dari saya menulis ini kejadiannya belum sampai 1 bulan, lalu baru saja saya melihat di Twitter alternya dia curhat mengenai sesi tukar kado yang mana dia mendapatkan mukena, dan dia bilang dia baper sekali dengan kegantengan orang di kantornya sampai dia kepikiran di jalan pulang ke kosannya.
Hati saya mati rasa lagi.. saya bingung apakah saya harus marah? apakah berguna? apakah saya harus diam? dimana harga diri saya?

lalu saya sampaikan screenshotnya, tidak lama akun Twitternya di takedown.
dan dia deny setengah mati terhadap yang saya berikan.

Dari situ saya sadar, ini jelas terjadi.

Saya kebingungan setengah mati, kesal, kecewa, marah, dendam bercampur jadi satu.

lalu saya putuskan, saya tidak ingin berbicara lagi dengan dia dengn memutus seluruh kontaknya tanpa ingin mendengarkan penjelasannya sama sekali.

Teman teman, apakah ini langkah yang tepat? apakah saya berlebihan? apakah seharusnya saya memaafkannya?

mohon bantu saya🙏🏻 terimakasih sebelumnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *