Kondisi Ini Membentuk Sifat Buruk Di Dalam Diriku

Aku gatau apa yang salah pada diriku

Aku lahir dari keluarga yang sangat sederhana . Aku masih punya kedua orangtua , aku juga punya 2 saudara kandung , serta 1 saudara tiri . Kenapa kok ada keluarga tiri , jadi dia itu anak dari Kaka ayah saya yang di tinggal ibunya meninggal serta ayahnya menikah lagi dan sibuk dengan keluarga barunya . Aku lahir di saat yang tidak tepat atau bahkan seharusnya aku ga ada di dunia ini. Aku anak bungsu di keluarga ini . Aku lahir di saat kondisi ekonomi yang bner”susah , ayah sebagai tukang becak pada waktu itu. Dia juga jadi pencari rumput untuk ternak tetangga , serta ikut proyek kalau sedang ada . Kaka ku waktu itu kelas 2 SMK , yang satu lagi kelas 2 SMP dan yang ketiga masih TK . Karna Kaka udah pada besar mungkin mereka malu punya adek lagi , di tambah ekonomi saat itu bner”lagi susah . Kaka pertama memutuskan sekolah satu tahun karna kelahiranku tapi akhirnya mau melanjutkan lagi , Kaka kedua ku tetap melanjutkan sekolah seperti biasanya tapi dengan sikap dia yang cuek . Saat aku tk semua mulai menerima , mereka mau mengasuhku ketika ayah dan ibu bekerja di sawah saat musim panen buat mencukupi kebutuhan. Berjalannya waktu karna aku masih item dekil kaku sering ngatain aku sebagian bahan becanda. Aku ga pernah ngerasain gimana peran Kaka yang sesungguhnya nunjukin kasih sayangnya ke aku karna mereka terlihat cuek padaku . Kadang iri liat tmn sebaya di sekolah menceritakan momen sama Kaka . Tapi berbeda sama aku , aku cuma bisa mendengar cerita mereka tanpa bisa ikut bercerita. Kata”kasar dan keras sering aku dengar dari Kaka pertama. Sering merasa di cueki udah makann sehari’ mereka iri kalo ibu lagi manjain aku , mknya kadang ibu nunjukin itu secara sembunyi”. Ekonomi mulai stabil tapi tetap saja keluarga ku ga berubah , setelah Kaka ke 3 mulai kerja dan bisa memberi sedikit dari bagian gajinya ibu selalu membanggakan dia , apa yang dia bilang selalu di turuti , menjadi anak emas di keluarga ini . Kita bertiga di suruh menerima kehadiran Kaka ke tiga tapi ternyata ibu malah membuat seolah Kami lah anak tiri . Aku tumbuh sampai sekarang mnjadi seorang introvert , pemalu , canggung , pemendam , ga pernah cerita karna suaraku tak pernah mereka dengar . Suaraku di anggap suara anak kecil yang ga tau apa “

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *