Ibu Lebih Sayang Kakak Daripada Aku

Ibu saya pilih kasih antara saya dan kakak saya.

Memang dari kecil saya selalu dibedakan oleh orang-orang disekitar saya terutama ibu saya. Ibu saya lebih menyanyangi kakak saya. Ibu saya jg sering memarahi saya untuk hal-hal sepele. Saya juga diperlakukan seperti pembantu oleh Ibu saya. Dia tidak pernah melakukan pekerjaan rumah jika ada saya dirumah. Semuanya saya yang mengerjakan. Berbeda jika saudara saya yang datang. Dia seperti diratukan. Bahkan karna saya baru saja resign dri perkerjaan saya jd saya dirumah. Saya selalu memasak makanan untuk semua anggota dirumah lalu bersih² dan mencucikan baju semua orang. Jika saya tidak melakukannya saya dicaci habis²an oleh Ibu saya sendiri. Rasanya jujur sakit. Ibu saya bahkan tdi membuat sarapan tp hanya untuk dirinya sendiri dan dihabiskan semua tanpa disisakan untuk saya. Saya malahan disuruh masak sekalian untuk makan siang keluarga. Saya bahkan tidak ditawari, bukan hanya itu saat ayah pulang, saya bercanda sambil menyeletuk bahwa ibu membuat sarapan sendiri dan dimakan sendiri. Tp apa tiba-tiba dia murka marah besar kepada saya, saya disumpah serapahi yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang Ibu. Saya hanya mengatakan kebenaran tp dia tidak Terima. Saya merasa seperti bukan anak nya. Padahal jika ada saudara saya di sana waktu dia membuat sarapan pasti selalu dipanggil selalu dibuatkan apapun yg saudara saya minta. Jujur saya iri. Jujur saya benar-benar merasa bukan anaknya. Jujur Saya ingin kembali bekerja agar tidak dirumah ini lagi.

2 thoughts on “Ibu Lebih Sayang Kakak Daripada Aku”

  1. Haloo kak, saya izin memberikan sedikit saran dan hal yang saya lakukan jika saya diposisi kakak.
    Karena hal yang menyakiti kakak adalah manusia… jadi kita tidak bisa mengatur hal itu, yang bisa saya lakukan adalah menjauhkan diri dari masalah tersebut… jadi jika saya jadi kakak, maka pilihan satu-satunya yaaa latih skill saya sebaik-baiknya dan mulai mencari kerja, lalu hidup sendiri…
    Maaf jika jawaban saya kurang membantu atau kurang memuaskan bagi kakak, saya hanya ingin memberikan saran “Jika saya di posisi kakak”.

  2. Pergi, cari tempat ternyaman mu. Bukan ingin mengajarkan menjadi anak yang durhaka namun diri juga butuh tempat untuk lepas. Jika dilanjutkan tidak akan ada habisnya, belajar ikhlas atas apa yang sudah terjadi tapi mulai menata hidup sendiri dan belajar kita bisa walau sendiri. Kelak waktu dan pengalaman akan mendewasakan diri

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *