Di Umur 20 Tahun Aku Selalu Dibatasi

I thought that my life would be much better, tapi semua itu nihil dan gapernah ada yang berubah. aku kira selepas lulus sekolah Ak.2k22 tepatnya 2 tahun yang lalu, aku dapat mengejar mimpi dan impianku menggunakan kedua kakiku serta atas kemampuanku sendiri. ditahun pertama kelulusanku sungguh penuh gelombang kehidupan yang aku rasakan, aku mengikuti kursus dalam bidang yang kusukai secara diam-diam tanpa sepengetahuan orangtuaku , lalu aku mencoba untuk bekerja sampingan sebagai editor, bahkan yang paling melelahkan yaitu aku pernah mencoba untuk bekerja sebagai sukarelawan panti asuhan, serta organisasi kemanusiaan lainnya (Itu semua tanpa sepengetahuan kedua orangtuaku) aku lakukan hal itu selama kurun waktu 7-8 bulan selepas kelulusan pertama ku.
lalu di tahun ke 2 kelulusan, aku benar-benar merasa seperti tidak pernah mendapatkan ruang privasi dari kedua orangtuaku bahkan disaat aku sedang berkumpul bersama teman-temanku atau siapapun yang sedang bersamaku, tak luput dari pengawasan seperti halnya “aku harus bertemu dan berteman dengan siapa saja, seperti apa orangnya, dll” hal itu membuatku merasa seperti terkurung dalam sangkar yang tidak mendapatkan privasi, serta tidak mendapatkan kebebasan ‘hidup’ diatas jalanku sendiri. Aku faham, maksud kedua orangtuaku itu memang baik karena itu sudah menjadi tugas mereka dalam mengawasi serta mendidik anak-anak. lalu, diumur yang hampir ke 20 ini pantaskah harus selalu diberi arahan? selalu dibatasi, bahkan aku sendiri pun tidak berani untuk mengungkapkan pendapatku , tentang yang aku rasakan , terutama kepada kedua orangtuaku.
Sekian, dan terimakasih

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *