Tuntutan orang tua memberatkan langkahku

Saya D, kelas 3 SMA. Saya dibesarkan jauh dari orang tua (dirawat nenek/kakek). Ekspektasi orang tua terhadap saya besar sejak SD. saya selalu bisa ranking sejak SD hingga SMP. Saat Kelas 3 SMP saya merasa perlu bimbel/les agar bisa mempertahankan ranking saya namun selalu ditolak orang tua. Ekspektasi orang tua berubah menjadi tuntutan. Harus bisa masuk SMA Favorit. Akhirnya saya tekun belajar sendiri dan bisa masuk SMA Favorit. Kukira setelah itu saya bebas memilih jurusan dan kampus mana yang saya ingin. Namun ternyata saya dituntut masuk STAN yang mana berbeda jurusan dengan yang saya kuasai. Itulah awal mula saya stress. Saya mulai stress akhir-akhir ini. Entah ini penyebabnya atau bukan tapi saya merasa terbebani dengan tuntutan orang tua saya untuk masuk STAN. Saya meminta orang tua untuk memasukan saya ke bimbel namun bahkan tidak diberi, alasan nanti nanti dan nanti. Saya merasa hanya diberi beban tanpa disupport. Saya seperti harus lakukan sendiri apapun itu yang penting harus masuk STAN.

Leave a Comment

Your email address will not be published.