ma, aku kehilangan sosokmu Lentera hidupku

Hai, namaku ina (nama samaran)
2020 merupakan tahun terberatku, tak pernah terbayangkan pada waktu itu kehilangan seorang ibu untuk selamanya. Aku sangat begitu kehilangan. Aku kehilangan sosok yang menjadi panutanku, kehilangan sosok pelindungku, kehilangan cahaya hidupku. Yaaa, Aku kehilangan semua harapan ku. Yang dulunya selalu melakukan kegiatan bersama dengan ibu, sekarang apa apa harus sendiri. Beruntungnya aku mempunyai seorang ayah dan adik, walaupun setiap hari pasti aku dan adiku selalu ada aja berantemnya. Hehehe… Tapi itu membuat aku mengerti bahwa masih ada orang yang harus aku perjuangkan masa depannya dan membuatku semangat menjalani hari hari. Aku bersyukur masih ada keluarga yang selalu ada dan men suport ku.

Terlahir menjadi anak pertama, aku ingin sekali membahagiankan ayah dan adiku. Aku ingin di masa tua ayahku nanti, ia tinggal menikmati hari harinya. Tidak perlu memikirkan tentang bagaimana kerasnya hidup dimasa yang akan datang. Tidak perlu bersusah payah lagi untuk menghidupi aku dan adiku lagi. Biarkan aku saja yang meneruskan perjuangan nya

Untuk adikku aku ingin sekali menggantikan sosok ibu dalam hidupnya, walaupun sekeras apapun aku mencoba itu tidak akan bisa. Setidaknya aku bisa membimbingnya menuju kehidupan yang lebih baik, menyekolahkan dia sampai setinggi mungkin tanpa ada hambatan apapun itu terutama masalah “biaya”. Aku ingin dimasa yang akan datang, adiku merasakan keindahan dunia tanpa memikirkan kesusahan.

Untuk ayah dan adiku, aku ingin mengungkapkan permintaan maaf. Maaf jika aku menjadi seorang yang keras kepala, maaf jika aku menjadi seorang yang mudah marah, maaf jika aku menjadi pribadi yang susah diatur, maaf sudah menjadi orang yang cerewet. Aku meminta maaf atas kesalahan yang telah aku perbuat.

Mungkin cukup sampai disini saja aku bercerita. Hehehehe…

Terimakasih

Leave a Comment

Your email address will not be published.