ketika berkaca, hanya kata “jelek” yang ada dipikiranku

Dear kak,

Aku nggak merasa nyaman sama penampilan aku. Aku ngerasain ini sudah lebih dari 2 tahun. Aku coba buat ngerasa pede tapi terkadang besoknya aku malah nyesel. Udah nyoba self-love tapi jatuhnya malah ngerasa ngebohongin diri sendiri. Orang-orang bilang aku ganteng, aku sebenarnya sadar kalau penampilan aku nggak kenapa-napa, tapi aku punya perasaan yang “belum puas” sama apa yang aku punya. Aku tahu kalau aku harus bersyukur, tapi kalau disuruh menghitung hal-hal yang aku syukuri jatuhnya malah aku ngerasa hidupku flat.

Aku tahu penampilan bukan segalanya, tapi aku tetap nggak merasa percaya diri sama penampilanku. Nanti kalau aku sudah cukup umur dan uang, aku bakal nyoba mikir-mikir tentang operasi plastik. Memang operasi plastik itu hal yang benar-benar berdampak besar banget buat aku, terutama reaksi tubuh aku sendiri. Tapi mau gimana lagi? Aku tetap merasa nggak percaya diri sama penampilan aku, bahkan afirmasi pun nggak bisa nolong aku.

Ada sampai di mana aku ingin mati saja kalau penampilanku tidak berubah, yaitu hari ini. Aku tahu kalau penampilan tidak menjamin kehidupanku lebih sejahtera, tetapi penampilan dapat menjamin agar aku lebih percaya diri dengan penampilanku sendiri. Entahlah, mungkin saat ini hanya keajaiban yang bisa menolongku. Aku mencoba exercise tapi aku merasa layaknya aku mengejek diriku sendiri.

Hal terdekat yang bisa kulakukan saat ini adalah melihat video-video glow up di TikTok yang setidaknya dapat memberiku harapan bahwa kesempatan itu pasti ada. Karena saat ini, bagian tubuh yang membuatku percaya diri hanyalah alis, kulit, dan tanganku saja. Aku tidak merasa percaya diri dengan rambut, wajah, dan bentuk dan tinggi badanku.

Aku ingin sekali mempunyai wajah yang tampan. Orang-orang memanggilku tampan, namun aku ingin diriku yang merasakan kalau aku benar-benar tampan. Aku menginginkan mata yang lebih lebar, hidung yang lebih tipis, bibir yang lebih menonjol, dan bentuk wajah yang tajam. Aku menginginkan badan yang tinggi dan juga proporsional. Tapi entahlah, kurasa itu hanya akan terjadi di akhirat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.