kehilangan orang tua membuat perasaan ini menjadi dingin

Aku M,aku dari malaysia, umur aku 14 tahun,aku anak kedelapan dari delapan beradik(bungsu). Jujur banyak banget hal yang buat aku pengen nyerah. Dari kehilangan ibu dan ayah ku, keluarga ku yang berantakan, dan teman ii aku yang mulai menjauh. Jujur capek banget, aku mulai lukai diri aku, mulai menghindar dari orang ii sekitar. Aku tidak ada siapa ii mau ceritain masalah aku. Pengen banget cepet ii pergi tapi aku sadar aku masih lagi manusia yang penuh dengan dosa. Sepanjang ibu dan ayah aku hidup, aku tidak pernah dipukul dan dimarahi, tapi sejak mereka pergi aku selalu dimarahi,disalahkan tanpa ada sebab, dituntut menjadi orang yang sukses. Hari demi hari, bulan demi bulan,tahun demi tahun aku mulai berubah, aku menjadi seseorang yang pendiam dan pemarah,mulai menyendiri,mulai menutup diri dari keluarga, tidak masuk sekolah. Jujur pengen banget lari dari rumah tapi aku belum bisa. Kukira dengan aku berubah keluarga aku bisa memahami keadaan aku tapi meraka bahkan makin memarahiku dan bilang bahwa aku seorang pembangkang, aku tidak hormat kepada mereka, mulai kurang ajar. Huh sungguh melelahkan, terkadang aku pikir mengapa aku dilahirkan,mengapa aku harus melalui hari ii yang sunyi dan hampa. Tpi hari demi hari aku belajar mungkin tuhan tahu bahwa aku bisa jalani semua ini, tuhan itu baik, aku yakin tuhan itu udah siapkan yang terbaik untuk hambanya. Tapi jikalau boleh minta aku ingin semua ini cepet ii selesai,aku tuh udah capek banget. Aku ingin bertanya. Bisakah aku bahagia? Bisakah aku jalani hidup tanpa rasa sakit lagi? Aku janji untuk terus hidup itu aku janji tapi aku harus apa? Aku capek banget!!!
(Maaf kalo bahasa indonesia ku kurang baik kerana aku ornag malaysia🙌🏻)

Leave a Comment

Your email address will not be published.