kegagalan ini membuat mental aku down

Halo, kenalin aku riri. Aku lulus sekolah tahun 2021, aku mau cerita tentang 2022 yang sangat buruk ini. di bulan Desember aku memutuskan ingin menjadi polwan. Tapi berat badanku berlebih, jadi aku menurunkan berat badan ku selama ±3bulan untuk mencapai target tes polwan. Selama menurunkan berat badan aku tinggal bersama paman aku seorang polisi, aku membantu pekerjaan rumahnya, menyapu, mengepel, memasak, dll. Jam 5 pagi aku sudah bangun untuk membereskan rumahnya, jam 7 aku pergi berolahraga, sehabis pulang olahraga aku pergi belajar, les kesana-kemari sampai sore. Setelah sore aku pergi binsik di lapangan, setelah binsik aku les lagi sampai jam 9 kadang sampai jam 11 malam. Begitu setiap harinya. Segitu berharganya waktu meskipun 1 detik bagiku diwaktu itu, hingga pada akhirnya aku berhasil menurunkan berat dari 80 hingga ke angka 65. sangat besar harapan ku menjadi polisi wanita. Selain itu cita-cita, aku juga ingin mama bangga dengan aku. Masuk bulan Maret aku sibuk sekali dengan berkas-berkas, aku daftar, cek kesehatan berkali-kali, semakin giat belajar. Sampai di saat tes kesehatan pertama, jam 12 siang , dan aku dinyatakan gugur karena kaki aku leter X. Aku benar2 jatuh saat itu, aku tidak tau jalan pulang, menangis diatas motor, ibarat aku belum berjuang tapi sudah dijatuhkan diawal, aku marah sama diri sendiri. Aku kabarkan keluarga lalu ku matikan HP ku, aku pergi tanpa arah tujuan. Sampai seorang teman ku mau menerima aku dihari itu, dia mendengar cerita ku, dia melihat aku menangis tertawa, dia menghiburku, lalu aku pulang di jam 11 malam, aku bilang sama mama “gpp maa, aku bisa coba lagi tahun depan, biasa kok gagal, sambil tersenyum” Disitu mama aku mungkin mulai tenang. Dengan mata bengkak aku mencoba menerima keadaan. Aku tidak ada keinginan ingin tes polwan lagi tahun depan. 1 bulan setelah itu aku ikut tes keperawatan di salah satu universitas negeri, membayar uang muka lalu ikut tes Utbk. Beberapa hari kemudian aku dikabarkan gagal masuk universitas. Aku gatau apa yang Tuhan rencanakan, tapi apa tidak ada jalan untuk aku menuju sukses??? Banyak yang ingin ku cerita kan.
Tentang kegagalan ku berkali²
Saudaraku yang membenciku
Uang mama yang habis puluhan juta karena aku bimbel sana-sini, daftar sana-sini tapi hasilnya ga ada
Emang aku se gagal itu ya? Kadang sempat terlintas dipikiran aku untuk mengakhiri hidup. Aku beban semua orang. Aku dibenci semua orang. Aku mau menghilang. Aku cuma bisa menyusahkan

Apa yang bisa diharapkan dari seorang anak seperti aku. Aku yang takut keramaian, aku yang selalu gagal, aku yang tidak punya teman, aku yang bodoh dan gila, aku sangat beban keluarga. Cuma mama penguat aku bisa hidup sampai saat ini
Gatau kegagalan mana lagi yang harus aku coba, sekarang aku pergi merantau saja aku masih menyusahkan mama karena sampai sekarang belum dapat kerjaan,

Leave a Comment

Your email address will not be published.