kebahagiaan enggan datang kepadaku

“Kalau mati, Aku tersiksa sama dosa sendiri. Kalau hidup, aku masih tersiksa sama tuntutan untuk ‘bersosialisasi’,” adalah hal yang selalu aku pikirkan selama bertahun-tahun. Kapan mulainya, Aku gak ingat.

Waktu sendiri, rasanya jiwaku mati. Waktu ramai, rasanya aku selalu ketakutan. Takut diabaikan, takut direndahkan, takut ditinggalkan. Hidup rasanya nggak pernah nyaman. Bangun pagi, kerja. Pulang kerja, tidur. Bangun lagi, kerja. Pulang lagi, tidur. Begitu terus. Goalnya adalah, “Menghasilkan uang. Melunasi hutang yang bahkan bukan tanggung jawabku sejak awal. Memenuhi kebutuhan agar hati orang lain di sekitar bahagia dengan begitu penderitaanku akan sedikit berkurang.”

Mau nangis aja udah gak kuat lagi. Udah kelewat capek. “Makanya, jangan terlalu keras sama diri sendiri. Sekali-kali main, ketemu temen biar hidup gak terlau berat.”

Teman yang mana? Siapa? Dari kecil gak ada satu orang pun yang tahan lama berdiri di samping aku sambil megang label teman.

Ah, buat nulis ini aja rasanya capek. Yang diceritain penderitaannya mulu. Tapi, mau cerita kisah bahagia pun gak nemu di memori kepala setipis apapun bayangan itu. Capek.

Mau mati, nanti di alam kubur kesiksa sama dosa sendiri. Lanjut hidup, penderitaannya nambah lagi nambah lagi. Capek.

1 thought on “kebahagiaan enggan datang kepadaku”

  1. capek banget emang… sebagai orang yang gak punya teman dekat atau orang yang dipercaya aku tahu rasanya. kebanyakan orang emang lebih suka menuntut dari pada intropeksi. kalo lagi capek, istirahat aja gakpapa kok.. yang penting jangan berhenti. pada dasarnya, manusia emang hidup sendiri-sendiri. kita gak bisa bergantung sama orang lain even itu keluarga kandung. kadang, “terima saja nasibmu” menjadi pilihan terbaik supaya kita tidak teralalu lelah dengan segala ekspektasi yang sepertinya hanya “mimpi”. iya, emang capek. but, hidup harus terus berlanjut, bukan? Yang penting aku sudah melakukan yang terbaik menurutku, itu sudah cukup. sisanya biar Tuhan yang urus. aku hidup karena Tuhanku menginginkan aku hidup. bukan karena orang lain. hehe..itu sih, yang selama ini buat aku kuat. so, aku harap kaka juga bisa kuat yah! semangka!! 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published.