Ditanyain Mana Calonnya Terus-Terusan

Permasalahan:

Sebut saja namanya Ms. H, perempuan, usia 23 tahun, masih single, dan punya masalah tentang ditanyain calon terus-terusan.

Halo, saya mau cerita tentang kehidupan saya. Semoga setelah dapat saran dari curhatonline.com, saya bisa sedikit mengurangi kecemasan saya. saya perempuan umur 23 tahun dan sebentar lagi bakalan masuk umur ke 24, saya masih belum bekerja dan masih usaha nyari kerja kesana kemari, saya lulusan S1.

Saya juga belum menikah dan bahkan saya juga tidak pernah terlihat oleh orang2 dan keluarga kalau saya dekat sama laki-laki manapun (tidak pernah membawa laki-laki ke-rumah). Saya orang yg sangat tertutup, saya tipikal orang yg tidak mau berekspektasi tinggi dan saya tidak bisa yg namanya menjelaskan diri saya sama orang lain, apalagi cerita masalah hidup ke orang lain.

I’m really tired

Saya capek banget mencari kerja belum dapat-dapat, jadi seperti hopeless gitu, tetapi saya masih bisa menahan diri saya untuk sabar dan terus berusaha. Banyak tetangga yg ngomongin saya katanya saya tidak usaha sama sekali, saya tidur aja dirumah, saya tidak pernah membereskan rumah, padahal saya rajin membantu ibu dan bapak saya.

Saya tipikal bukan orang yang seneng cari muka dan ingin dilihat baik, saya melakukan apa yang saya mau lakukan dilihat/tidak dilihat orang. orang-orang bilang saya tidak pernah usaha cari kerja dan diam aja dirumah (tidur) padahal saya setengah mati cari kerja.

Dan masalah saya yg ke dua adalah orang-orang terlalu ikut campur urusan pribadi saya, saya tahu mungkin mereka care sama saya tapi cara mereka bikin saya insecure.

Saya selalu ditanyain “mana pacarnya?” “mana calonnya?” “udh punya pacar atau blm?”

Pertanyaan seperti itu adalah pertanyaan yg sangat tidak penting menurut saya. Saya dekat sama cowok, tapi saya benar-benar tidak ada kepikiran pacaran ataupun nikah. Capek mendengarkan omongan tetangga.

Orang-orang kenapa ga berhenti-berhenti sih mojokin saya dengan sesuatu yg diluar kendali saya.

Oh iya btw, saya juga bukan tipikal orang yang terbuka dengan keluarga, saya sangat tertutup bahkan ke teman yang saya percaya pun saya tidak bisa cerita-cerita kesedihan hidup saya, orang bilang saya “terlalu santay”, saya memang santay orangnya tetapi yang membuat saya insecure kalo ada orang ngomongin tentang pekerjaan dan jodoh.

Terimakasih, semoga curhatonline.com dapat membantu saya memberikan support dan saran, saya percaya website ini pasti memberikan dampak positif untuk kehidupan saya.

1 thought on “Ditanyain Mana Calonnya Terus-Terusan”

  1. Dear Ms. H,

    Terima kasih sudah mempercayakan curhatannya ke Mbah Mincur di CurhatOnline.com. Mbah dengan senang hati akan mendengarkan dan juga memberikan masukan untuk nyisanak.

    Mbah percaya, manusia itu hanya punya dua tangan yang tidak mungkin menutup mulut semua orang. Lebih baik kedua tangan itu dipakai untuk menutup telinga nyisanak sendiri dan dipakai untuk bekerja yang positif.

    Ada 3 hal yang mungkin mbah bisa berikan untuk nyisanak:

    1. Di saat pandemi covid-19 ini, mencari pekerjaan memang sulit, tidak nyisanak saja yang merasa kesulitan, kebanyakan orang bahkan harus bisa bersyukur di tempat kerjaan yang sudah ada. Mungkin mbah bisa sarankan untuk mencari side-job yang mungkin bisa menghasilkan uang. Misalkan hobi nyisanak juga bisa dikembangkan untuk menjadi uang, membuka online shop, membuka frozen food bisnis, dsb. Pokoknya yang halal ya, jangan jadi santet online, berbahaya sekali nyisanak.

    2. Jangan pernah menikah hanya karena nyisanak tidak tahan dengan omongan manusia-manusia di luar sana, tetapi menikahlah ketika memang sudah menemukan seseorang yang tepat untuk hidup nyisanak. Jangan tukar masa depan nyisanak hanya karena omongan tetangga. Niscaya nyisanak akan menyesal seumur hidup nyisanak.

    3. Sesuatu yang berlebihan juga tidak baik, termasuk sifat insecure. Mbah percaya, sedikit terbuka akan membuat beban hidup menjadi lebih ringan. Dengan begini, keluarga dan lingkungan sekitar nyisanak juga akan tahu apa yang nyisanak suka dan tidak suka. Tetapi kalau nyisanak menghindari terus, manusia-manusia itu juga akan terus bertanya-tanya (“Cowoknya mana? Kapan menikah? dsb.”). Mungkin apabila mereka bertanya seperti itu, nyisanak bisa jawab seperti: “Ma, aku belum mau menikah, aku masih mau menata masa depan aku supaya kelak kehidupanku menjadi lebih baik”.
    Demikian saran dari mbah, semoga bisa menjadi bahan masukan dan pertimbangkan kedepan hidupnya nyisanak.

    Terima kasih,

    Mbah Mincur

Leave a Comment

Your email address will not be published.