dimanfaatkan dan dikhianati

Hari ini buruk banget, kukira aku bakal bahagia karena bisa kerja kelompok tugas bareng temanku, mereka memasukanku ke sebuah multichat untuk interaksi kami. Tapi di list nama sosmed ada satu nama yang membuatku traumatik. Aku merasa mual, pusing, sesak napas bener-bener parah banget moodku jadi rusak juga. iya itu nama orang yang pernah menyakitiku sampai 1 tahun depresi, 1 minggu diem di kamar kos nggak makan, nggak minum nggak sholat cuman baca doa doang. Parah banget ya, iya aku juga tahu salah kok. Tapi sulit, karena bener-bener sulit, aku merasa nggak ada yang bisa kupercayai padahal temanku banyak. Aku kere jadi nggak bisa ke psikolog, 1 minggu setelah mengurung diri aku coba ke masjid kampus sesering mungkin dan sekarang aku keinget masa masa menyakitkan itu.

Ditambah, aku baru dikhianati teman kp-ku sendiri. sebenarnya aku tahu sih sudah dikhianati sejak awal mulai KP. Tapi mau gimana lagi, nilai KPku sudah keluar, dan aku hanya bisa diem karena nggak bisa apa-apa. Ideaku diambil, hanya karena aku tidak bisa bicara sangat lancar. nggk sih, sebenarnya aku aktif bicara, tapi kedua teman kpku ini selalu memutuskan pembicaraanku saat aku presentasi, seakan-akan aku terlihat tidak bisa kerja, padahal ppt dan kuisioner aku yang kerjakan. Memang ya, pinter aja itu nggak cukup kalau cuman diem, kita harus bisa berani bicara biar nggak diremehin dan diambil idenya. Hariku makin tambah buruk liat nilai kpku, mau ketawa sumpah. Mereka manis didepanku ternyata menjatuhkan dibelakangku, memanipulasi jadwal kerja, seakan-akan aku tidak bisa datang tepat waktu. Aku tanya ke pihak tempat kpku kok soal jadwal dan tata cara sejak awal masuk, tapi apa yang dijawab, “Tanya teman-temanmu saja”. dan apa yang di jawab teman-temanku berbeda. Poin tambahan jangan terlalu berpikir positif sama suatu situasi, karena mungkin feelingmu benar, bisa jadi orang yang ngomong “perasaanmu saja kali” mereka yang mengkhianati duluan.

haah…

Leave a Comment

Your email address will not be published.