dia panutanku namun semua berubah ketika dia bertemu dengan pacarnya

Saya ingin curhat, jadi saya adalah anak kedua dari 3 bersaudara perempuan, saya pernah hidup merantau saat menempuh kuliah. Ibu saya merupakan seorang single parent, semenjak kepergian ayah saya menghadap Yang Maha Kuasa pada 8 tahun yang lalu. Saya bukan anak yang dapat dibanggakan, karena jika dibandingkan dengan kedua saudara kandung saya, saya hanyalah seorang anak perempuan yang lemah, dengan segala kekurangan. Kedua saudara saya sudah memiliki pacar masing-masing, sedangkan saya tidak. Cerita dimulai disini, jadi Kakak saya merupakan seorang karyawan perusahaan swasta, kehidupannya keras semenjak lulus SMA, dia bekerja sambil berkuliah, karena ayah saya meninggal saya dia memasuki kuliah. Saya sangat menghargai dan menjadikan dia sebagai panutan, karena menurut saya, saya tidak akan mampu untuk bekerja sambil berkuliah, dan benar, saya tidak bekerja sambil berkuliah. Seiring berjalannya waktu, saat ini dia sudah bekerja selama 4 tahun. Di tempat kerjanya, sudah 3 tahun ia mengenal seorang lelaki, dan mereka berpacaran selama 3 tahun itu. Dari awal saya memang sudah merasa tidak “sreg” dengan calon kakak ipar saya ini. Seiring dengan berjalannya waktu, benar saja, tepat 1 tahun yang lalu, saya mendapatkan fakta yang tentunya sangat mengecewakan. Ternyata kakak saya menjalani hubungan seks luar nikah dengan kekasihnya itu. Hancur perasaan saya, dimana seorang yang saya banggakan ternyata seperti itu. Dan sampai saat ini, kakak saya ini sering kali berbohong pergi dengan temannya, menginap dengan temannya, dan lain-lain. Padahal jelas dan saya tahu, kakak saya ini tidak pergi ataupun menginap dengan temannya, melainkan dengan pacarnya. Saya harus apa? Saya tidak ingin kakak saya menjadi orang yang tidak berakhlak seperti itu. Saya ingin memberitahu Ibu saya, namun saya tidak mau melihat Ibu saya sedih, ditambah Ibu saya memiliki riwayat beberapa penyakit komplikasi. Saya sedih dan sangat hancur. Apa yang bisa saya lakukan? Saya ingin solusinya. Saya pun tidak bisa bercerita kepada adik saya yang kecil, karena saya rasa ini tidak layak untuk diketahui oleh seorang adik bahwa kakak paling sulung yang seharusnya menjadi panutan, malah menjadi aib dan memalukan sekali. Saya mohon solusinya untuk saya, karena ini sangat menganggu pikiran, dan kehidupan sehari-hari saya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.