dari bayi aku tidak pernah mendapatkan perhatian dari orang tua kandung ku sendiri

Hai, aku baru pertama kali melakukan curhat online seperti ini.

Panggil saja aku A, saya masih berumur 18 tahun dan baru menjadi mahasiswa baru atau sering kita sebut dengan istilah maba. Akhir akhir ini, banyak banget masalah yang datang terus menerus kepadaku, mulai dari keluarga, dunia kuliah, pertemanan, bahkan pacar sendiri. Aku mau cerita masalahku dengan orangtuaku, by the way, aku baru pertama kali satu rumah satu atap dengan ayah, ibu, dan kedua adikku. Karena, sejak bayi aku sudah dititipkan ke nenek oleh mereka lebih tepatnya saat aku berusia 2 bulan sampai umur 18 tahun, aku masih bersama nenek di kampung. Orangtuaku di Tangerang, sedangkan aku di Tasikmalaya. Sekarang, saat kuliah aku diambil oleh kedua orangtuaku. Jujur, aku kurang kasih sayang dari mereka, aku selalu sedih menangis tiap malam jika ingat pada nenek. Keseharianku disini bersama keluargaku sendiri ya cukup biasa saja, aku jarang mengobrol dengan mereka, belum pernah kami tertawa lepas bersama seperti halnya seorang anak dan orangtua. Mereka selalu terlihat bahagia dengan dua adik lakilakiku, jadi, aku berfikir mereka tidak membutuhkan kehadiranku. Jika mereka bermain permainan keluarga seperti LUDO, mereka selalu tertawa ceria bermain berempat di kamar utama, sedangkan aku hanya mendengar suara mereka dibalik kamarku yang sumpek. Aku tidak bisa menyalahkan mereka karena tidak bisa akrab denganku, ya mungkin karena aku juga susah untuk berkomunikasi dengan ibu ayah kandung sendiri. Aku pernah ingin melarikan diri dari sini dan pergi ke tasik, tapi aku tidak punya uang, lalu aku berfikir ingin menginap di rumah kerabat, tapi aku belum tau siapa saja kerabat yang ada disini, aku juga selalu adu mulut dengan ibu dan ayah saat aku bilang “Aku hanya butuh kasih sayang, dari bayi kalian bahkan belum pernah bertanya apakah aku baik-baik saja, kalian bahkan tidak tau bahwa aku punya mentalillness dan bipolar”. Mereka hanya bilang “yang lalu biarlah berlalu, jangan egois!”.

AAAAAH AKU BINGUNG MENGUNGKAPKAN BAGAIMANA DENGAN KATAKATA SAAT MELAKUKAN CURHAT ONLINE, Karena aku tipikal orang yang tidak bisa menyampaikan sebuah cerita atau kalimat. Intinya aku berbeda dengan keluarga yang lain. Aku merasakan perbedaan itu, dan aku mulai depresi saat tinggal bersama mereka dengan mencoba bunuh diri menggunakan pisau saat sedang adu mulut dengan mereka, tetapi mereka menghalangiku, jadi, aku lebih sering melalukan selfharm dengan melukai diri menggunakan peniti atau beling kaca bekas pecahan gelas yang sengaja aku simpan dikamar jika suatu saat aku mulai lelah dengan semuanya aku tinggal mengakhiri hidup, dan lihat seberapa besar penyesalan mereka karena telah melahirkanku.
Itu baru saja cerita tentang masalah keluargaku, ditambah belum dengan yang lainnya. Masih ada 999 lagi masalah yang aku hadapi karena aku memiliki psikis yang rendah, jadi aku seperti ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published.