Setelah kehilangan dirinya aku baru menyesal

umur ku 20 tahun, aku memiliki kekasih yang sudah berjalan kurang lebih 2 tahun bersama ku. Kami sudah ldr selama kurang lebih 8 bulan, banyak konflik dan pertikaian yang terjadi. Walaupun aku laki laki namun setiap kali ada masalah aku selalu menggap remeh masalah yang sedang kami alami, aku hanya segampang bilang “sorry” dan “merengek” didepan pasangan dan masalah pun akan selesai, disitulah awal mula masalah saya yang akan terus merambat sampai sekarang. Sekarang pasangan saya sudah capek terhadap tingkah laku saya, saya selalu mengulang masalah yang sama, sampai ia akhirnya meminta menyudahi hubungan ini. Saya baru sadar bahwa penyesalan akan selalu datang diakhir, dititik ini saya sungguh menyesal dan selalu mengharapkan hubungan bersamanya setelah saya merefleksikan diri saya sendiri. Jika saya refleksikan diri saya, saya orang yang bodoh untuk menggap remeh suatu hubungan dengan mendapatkan pasangan se perfect dia skrang. Tidak tau lagi arah yang mau di tuju, hanya harus tetap memiliki harapan dan pengharapan maupun mijizat yang akan terjadi. Saya berjanji jika saya mendapatkan 1 kali kesempatan lagi saya akan selalu menjaga pasangan saya. Apakah ada yang pernah mengalami hal yang sama?bagaimana solusi kalian? dan apakah dari kisah saya diatas masih memiliki kemungkinan akan adanya hubungan yang kembali hidup?

Leave a Comment

Your email address will not be published.