berbeda bukan berarti salahkan?

Hai admin, terima kasih telah memberikan kesempatan saya untuk mencurahkan isi hatiku.

Saya seorang gadis remaja yang menginjak usia 17. Secara fisik, saya bisa dikatakan bocah ingusan. Tetapi saya sadar bahwa usia kematangan mental saya di atas rata-rata, sehingga saya tidak betah berlama-lama untuk ngobrol bersama teman sebaya saya. Partner ngobrol ideal saya adalah laki-laki dewasa, karena kebanyakan dari mereka cerdas dan santai.

Saya bergabung dengan sebuah komunitas dan banyak mengenal laki-laki dewasa yang sudah beristri dan punya anak. Saya sudah dianggap adik sendiri oleh mereka semua. Saya merasa bahagia karena bisa membuka jati diri yang saya sembunyikan dari orang lain kepada mereka. Kami sering telfonan grup, dan saya satu-satunya perempuan disitu. Kami berbicara segala hal, karena mereka semua adalah orang-orang cerdas yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Saya sangat bahagia mengenal dan dianggap adik oleh mereka.

Permasalahannya ada pada ketidakpahaman orang lain, terutama ayah ibu saya yang menganggap pergaulan saya yang tidak pantas dengan para laki dewasa itu. Saya tidak tahu caranya menjelaskan kepada orang tua saya bahwa relasi yang kami jalin sangat sehat dan tidak ada maksud lain.

Saya sering menangis karena merasa tidak dimengerti oleh orang tua saya. Kenapa mereka tidak paham dengan kondisi anaknya yang “berbeda” dengan kebanyakan orang? Kenapa mereka terlalu mengekang kebebasan yang justru membawa hal positif kepada saya? Dan banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang bergejolak di dalam pikiran.

Setelah menulis ini, saya jadi plong. Mungkin tulisan saya tak dibaca admin karena satu dua hal, yang penting saya sudah lega karena sudah mengeluarkan uneg-uneg yang ada di hati. Terima kasih banyak curhatonline.com!

2 thoughts on “berbeda bukan berarti salahkan?”

  1. Hai Ka, asli Kaka keren banget… bisa bergaul sangat sehat, memperoleh banyak ilmu dan pengalaman, serta tetap positif itu bukan hal yang mudah.

    Semua orang tua pasti ingin anaknya baik. Nah, budaya tempatan kita akan melihat pergaulan Kaka tidak pantas. Tapi jangan stress dlu Ka… Coba Kaka pahami, kenapa orang tua bisa salah paham? Coba Kaka lihat dari sudut pandang orang tua.

    Sebenarnya, jika Kaka pahami, orang tua itu sayang banget sama Kaka. Mereka sangat khawatir, pergaulan Kaka akan menjerumuskan Kaka ke hal-hal yang negatif. Namun begitu, jika Kaka yakin pertemanan Kaka dengan para pria dewasa tsb adalah sangat sehat, maka pastikan keyakinan Kaka itu bisa tersampaikan dengan baik kepada Ibu dan Bapak.

    Bicara lah baik-baik, komunikasi dari hati ke hati. Kaka yakinkan ke orang tua bahwa Kaka akan baik-baik saja bergaul dengan mereka, mendengarkan nasihat orang tua. Jika ada larangan2 orang tua, coba Kaka analisa dari sudut pandang mereka. Apakah itu ada benarnya? Berpikir jernih, dan Kaka akan mendapatkan jawaban yang tepat 🙂

    Kaka yang pintar, orang tua hanya tidak ingin hal-hal buruk terjadi kepada Kaka. Jadi, jangan sedih dan jangan marah yaa… Coba Kaka lihat dan pahami dari sisi orang tua, saya yakin Kaka akan mudah memahami maksud mereka.

  2. cara berpikir yg berbeda dengan kebanyakan orang itu unik. kamu bisa memercayai orangtuamu dengan cara “brainwash”. tapi maaf aku kurang otak untuk memberi solusi yg lain 🙁
    kamu cerdas, dan kamu perlu menjelajahi tempat yg sepadan sm kamu ( yg dimana, ketika km berada di tempat itu, kamu bisa dihargai )
    SEMANGAT EUY LO KEREN POKOKNYAAAAAAAAA!!

Leave a Comment

Your email address will not be published.