aku merasa sendiri

aku benar” tertekan sekarang. aku kehilangan hobiku yang biasanya aku senangi. rasanya semua menekanku. orang tua ku pun sering menyebutku tidak berguna dan hanya menyulitkan saja padahal aku hanya berniat membantu mereka. aku pun mudah marah karena hal-hal kecil. seringkali mencaci maki diriku sendiri akan kesalahanku. aku pun mudah melukai diri sendiri tanpa sadar, contohnya menusuk tanganku dengan pisau, tapi sekarang aku sudah menguranginya, dan aku sudah berhasil menghilangkan bekasnya supaya tidak ada yang tau. tapi semua ini aku tutupin dari keluarga; dan teman-temanku, bahkan teman terdekatku. teman temanku tidak ada yang menanyakan kabarku. mereka hanya menghubungi jika mereka sedang perlu bantuan. aku pun sungkan untuk cerita karena aku berpikir masalah mereka lebih berat dan jangan sampai aku membebani mereka. sudah lama sekali aku ingin ke psikiater/psikolog, tapi orang tua ku bilang aku kurang iman. aku pun menangis setiap malam sampai aku tidak bisa tidur. jam makan dan pola tidurku berantakan. aku mudah cemas. aku pun tidak bisa mengeluarkan suara ketika menangis. aku sering juga membenturkan kepala ku ke meja atau tembok. tapi, ada satu pribadi yg datang kepadaku yang sudah menganggap aku saudaranya sendiri. ia adalah sahabat virtualku, dia lah orang pertama yang dapat merasakan kepedihanku dan berhasil membuat aku ngomong apa adanya. ia pun juga berjanji, ketika kita bertemu, ia akan menemaniku ke psikolog. tapi, aku takut kalau dia meninggalkanku dan aku pun tidak berdaya. dan aku pun tidak tau harus berbuat apa, aku lelah, rasanya ingin pergi saja. tapi aku masih memikirkan bagaimana orang tua ku nanti kehilangan anak satu-satunya… aku bnr” bingung harus ngapain skrg

Leave a Comment

Your email address will not be published.